Senin, 31 Desember 2012

Beberapa Kemungkaran Di Akhir Tahun

part 1,  oleh : Dzulkarnain M. Sunusi

            Allah SWT telah menganugerahkan nikmat yang sangat besar kepada umat Islam sebagaimana Firman-Nya : " Pada hari ini telah Ku-sempurankan agama kalian untuk kalian,dan telah Ku-cukupkan nikmat-Ku kepada kalian, dan telah Ku-ridhai Islam sebagai agama kalian [ Al-Maidah : 3 ] Dari kesempurnaan nikat-Nya, Allah SWT tidaklah meridhai kecuali Islam, Barang siapa mencari (agama)selain agam Islam,sekali-kali tidaklah ( agama itu ) akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang - oang yang rugi. [ Ali Imran : 85 ] oleh karena itu, kewajiban seorang muslim adalah menjaga diri di atas nikmat Islam yang agung ini sebagaimana perintah-Nya, " Kemudian kami menjadikan kamu berada di atas suatu syariat dari urusan (agama itu) maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang - orang yang tidak mengetahui." [ Al Jatsiyah : 18] Demikain pula Firman-Nya, " Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya Al-Qur'an itu benar - benar merupakan sesuatu kemulaiaan besar bagimu dan bagi kaummu,serta kelak kamu akan dimintai pertanggung jawaban." [Al Jatsiyah : 18 ]

Sabtu, 29 Desember 2012

Hukum Pacaran Menurut Agama Islam

               Dalam Islam orang pacaran“Janganlah kamu sekalian mendekati perzinahan, karena zina itu adalah perbuatan yang keji…” (QS. Al-Isra : 32). Istilah pacaran yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini tidak ada dalam Islam. Yang ada dalam Islam ada yang disebut “Khitbah” atau masa tunangan. Masa tunangan ini adalah masa perkenalan, sehingga kalau misalnya setelah khitbah putus, tidak akan mempunyai dampak seperti kalau putus setelah nikah. Dalam masa pertunangan keduanya boleh bertemu dan berbincang-bincang di tempat yang aman, maksudnya ada orang ketiga meskipun tidak terlalu dekat duduknya dengan mereka. Kalau dilihat dari hukum Islam, pacaran yang dilakukan oleh anak-anak sekarang adalah haram. Mengapa haram? Karena pacaran itu akan membawa kepada perzinahan dimana zina adalah termasuk dosa besar, dan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah. Oleh karena itu ayatnya berbunyi sebagaimana yang dikutip di awal tulisan ini. Ayat tersebut tidak mengatakan jangan berzina, tetapi jangan mendekati zina, mengapa demikian ? Karena biasanya orang yang berzina itu tidak langsung, tetapi melalui tahapan-tahapan seperti : saling memandang, berkenalan, bercumbu kemudian baru berbuat zina yang terkutuk itu. PENCEGAHAN Dalam hukum Islam umumnya, manakala sesuatu itu diharamkan, maka segala sesuatu yang berhubungan dengan yang diharamkan itu diharamkan juga. Misalnya minum arak, bukan hanya minumnya yang diharamkan, tapi juga yang memproduksinya, yang menjualnya, yang membelinya, yang duduk bersama orang yang minum tersebut juga diharamkan. Demikian juga halnya dengan masalah zina. Oleh karena itu maka syariat Islam memberikan tuntunan pencegahan dari perbuatan zina, karena Allah Maha Tahu tentang kelemahan manusia. Berikut ini adalah pencegahan agar kita tidak terjerumus ke dalam perzinahan : Dilarang laki dan perempuan yang bukan mahram untuk berdua-duaan. Nabi Saw bersabda : “Apabila laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berdua-duaan, maka yang ketiga adalah setan.” Setan juga pernah mengatakan kepada Nabi Musa AS bahwa apabila laki dan perempuan berdua-duaan maka aku akan menjadi utusan keduanya untuk menggoda mereka. Ini termasuk juga kakak ipar atau adik perempuan ipar. Harus menjaga mata atau pandangan, sebab mata itu kuncinya hati. Dan pandangan itu pengutus fitnah yang sering membawa kepada perbuatan zina. Oleh karena itu Allah berfirman : “Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (An-Nur : 30-31). Diwajibkan kepada kaum wanita untuk menjaga aurat mereka, dan dilarang mereka untuk memakai pakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, kecuali untuk suaminya. Dalam hadits dikatakan bahwa wanita yang keluar rumah dengan berpakaian yang mempertontonkan bentuk tubuhnya, memakai minyak wangi baunya semerbak, memakai make up dan sebagainya, setiap langkahnya dikutuk oleh para malaikat, dan setiap laki-laki yang memandangnya sama dengan berzina dengannya. Di hari kiamat nanti perempuan seperti itu tidak akan mencium baunya surga (apalagi masuk surga). Dengan ancaman bagi yang berpacaran atau berbuat zina. Misalnya Nabi bersabda : “lebih baik memegang besi yang panas daripada memegang atau meraba perempuan yang bukan istrinya (kalau ia tahu akan berat siksaannya). Dalam hadits yang lain : “Barangsiapa yang minum (minuman keras) atau berzina, maka Allah akan melepas imannya dalam hatinya, seperti seseorang melepaskan peci dari kepalanya (artinya kalau yang sedang berzina itu meninggal ketika berzina, ia tidak sempat bertobat lagi, maka dia meninggal sebagai orang kafir yang akan kekal di neraka). Oleh karena itu Syekh Sharwi menggambarkan : seandainya ada seorang wanita cantik yang sudah hampir telanjang di sebuah kamar, kemudian ditawarkan kepada seorang pemuda … “Maukah kamu saya kasihkan perempuan itu untuk kamu semalam suntuk, tapi besok pagi saya akan masukan kamu ke kamar yang sebelahnya, yang penuh dengan api, apakah mungkin anak muda itu akan mau untuk menikmati tubuh wanita semalam suntuk kemudian digodok keesokan harinya dalam api? Nah ketika kita tergoda untuk berbuat zina atau minum, coba bayangkan kalau kita meninggal ketika itu, bagaimana nasib kita? Tiada dosa yang lebih besar setelah syirik kepada Allah daripada meneteskan air mani dalam suatu tempat (kehormatan) yang tidak halal baginya. Neraka Jahannam mempunyai “Tujuh pintu gerbang” (QS. Al-Hijr : 44), dan pintu gerbang yang paling panas, dahsyat, seram, keji, dan bau adalah diperuntukan bagi orang-orang yang suka berzina setelah dia tahu bahwa zina itu haram. Sebagaimana kita yakini sebagai seorang muslim bahwa segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah, mesti mempunyai dampak yang negatif di masyarakat. Kita lihat saja di Amerika Serikat, bagaimana akibat karena adanya apa yang disebut dengan free sex, timbul berbagai penyakit. Banyak anak-anak yang terlantar, anak yang tidak mengenal ayahnya, sehingga timbul komplikasi jiwa dan sebagainya. Oleh karena itu, jalan keluar bagi para pemuda yang tidak kuat menahannya adalah : Menikah, supaya bisa menjaga mata dan kehormatan. Kalau belum siap menikah, banyaklah berpuasa dan berolahraga Jauhkan mata dan telinga dari segala sesuatu yang akan membangkitkan syahwat Dekatkan diri dengan Allah, dengan banyak membaca Al-Qur’an dan merenungkan artinya. Banyak berzikir, membaca shalawat, shalat berjamaah di Masjid, menghadiri pengajian-pengajian dan berteman dengan orang-orang yang shaleh yang akan selalu mengingatkan kita kepada jalan yang lurus. Dan ingat bahwa Allah telah menjanjikan kepada para anak muda yang sabar menahan pacaran dan zina yaitu dengan bidadari, yang kalau satu diantaranya menampakkan wajahnya ke alam dunia ini, setiap laki-laki yang memandangnya pasti akan jatuh pingsan karena kecantikannya. Coba anda bayangkan saja siapa menurut anda wanita yang paling cantik di alam dunia ini, maka pastilah bidadari itu entah berapa juta kali lebih cantik dari wanita yang anda bayangkan itu.

20 Desember 2011 by yusuf

Simbol Kejayaan Umat Islam

              Menjadi orang Indonesia merupakan karunia yang luar biasa. Di mana Allah memberikan karunia berupa Sumber Daya Alam yang melimpah di negeri ini. Sumber daya alam Indonesia rata-rata 7 terbesar di dunia. Penghasil sawit terbesar dunia. Penghasil karet ranking dua terbesar dunia,. Emas, tembaga, nikel nomor lima dunia. Gas alam nomor tujuh dunia. Begitu juga Sumber Daya Manusia unggul dibanding yang lain. Umur produktif kita, 66%. Usia pelajar, remaja, 45,9 juta jiwa. Sepuluh kali penduduk Singapura. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi untuk tidak menjadi umat yang jaya. Di akhir Desember seperti ini, hampir semua perusahaan, atau bahkan negara melakukan evaluasi, lalu proyeksi. Semua optimis, bahwa Indonesia seperti pesawat terbang yang mestinya empat mesin, tetapi bisa terbang ke angkasa hanya dengan dua mesin, yakni konsumsi domestic dan investasi. Mesin ketiga dan keempat, yakni belanja pemerintah (infrastruktur), dan eksport macet, karena dikorupsi besar-besaran. Skala ekonomi kita juga luar biasa. Skala ekonomi Indonesia se ASEAN 51%, sisanya 49% dibagi 10 negara ASEAN. Pertumbuhan ekonomi kita juga 6,3%, dan tahun depan diprediksi bisa mencapai 6,8%. Ini termasuk 3 besar, setelah China dan India. Bahkan, semua berharap, bahwa Indonesia akan menjadi negara maju dalam waktu yang tidak lama, kira-kira 10 hingga 15 tahun ke depan. Nah, dengan adanya kondisi seperti itu, maka terbukalah peluang bisnis 4 juta. Sehingga akan diperlukan 4 juta Direktur, 4 juta manajer, 4 juta pimpinan atau lebih untuk mengelola bisnis. Pertanyaannya, umat Islam Indonesia, akan menjadi pemain, atau penonton? Mestinya umat Islam yang mengerti konsep ajarannya, dia akan berperan menjadi pemain. Karena individu muslim setiap hari sebanyak lima kali diundang (lafadz adzan) hayya alash shalaah (mari kita melaksanakan shalat), sama banyak dan kerasnya dengan hayya alal falaah (mari kita mencari keuntungan), menurut pemahaman saya sama pentingnya. Sehingga artinya mari kita shalat untuk berjaya menghadap Allah untuk hari akhir, ayo kita mencapai sukses untuk bermuamalah, penguasaan dunia ini. Penguasaan dunia yang kuncinnya pendidikan, perdagangan dan persatuan. Kenapa harus perdagangan? Banyak ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bagaimana berjual beli dengan berbagai redaksinya. Misalnya : setelah shalat Jum’at disuruh untuk bertebaran untuk berjual beli. (QS Al Jumuah : 10). Yang maknanya : Apabila telah ditunaikan shalat, Maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. Rasulullah SAW bersabda bahwa sembilan dari pintu rizqi adalah perdagangan. Nabi Muhammad SAW sewaktu kecil adalah pedangang yang sukses dan kaya raya. Empat khulafaaur rosyidiin adalah semua pedagang yang sukses. Sepuluh shahabat yang dijamin masuk surga, sebagian besar adalah pedagang. Islam masuk Indonesia dari India dan China juga lewat jalur perdagangan. Jadi tidak perlu disangsikan lagi dalam mencapai sukses, maka jalur yang tepat adalah perdagangan, sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW, sahabat, tabiin, dan ulama. Rasulullah SAW bersabda : man aroodad dunya fa’alaihi bil ilmi, wa man aroodal aakhirota fa’alaihi bil ilmi, waman aroodahuma fa’alaihi bil ilmi. (barang siapa yang ingin jaya di dunia, maka dengan ilmu, ingin sukses di akhirat, maka dengan ilmu. Ingin sukses di dunia dan akhirat, juga dengan ilmu). Ilmu ada dua, pertama, ilmu imaniyah (berbasis iman). Ilmu yang tidak netral yang diarahkan oleh Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia, dan menjelaskan petunjuk itu, dan sebagai pembeda, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. (QS Al Baqarah :185). Jika tidak, maka kehancuran dengan ilmu itu sendiri akan terjadi. Sebagai contoh, umat Islam pernah berjaya pada tahun 1 hingga 7 Hijriyah, kemudian puncaknya pada kejayaan Turki Utsmani. Kemudian hancur dihantarkan oleh gerakan Kemal Attaturk. Artinya pada saat itu umat Islam melonjak dengan ilmu, kemudian hancur. Mengapa? Karena arogansi para sultan-sultan Turki. Mereka memperkaya diri, menyimpang dari ajaran Islam, dan arogansi dengan berkedok agama. Masih tampak peninggalan mereka hingga sekarang yang diabadikan di museum Istambul, Turki. Misalnya di dalam museum itu tampak ada tiang lilin yang dihiasi beribu benda seperti akik, dan di bawahnya tertulis : “beberapa ribu berlian”. Itu baru tiang lilin, belum gelasnya belum kedudukannya. Di samping itu ada tempat yang namanya “harm” yang jumlahnya sekian ribu. Mengapa gerakan Kemal Attaturk dengan sekularismenya laku? Karena mereka lakukan itu dengan mengatasnamakan agama. Seandainya sultan-sultan itu memimpin seperti Umar bin Khatab, seperti Umar bin Abdul Aziz, gerakan itu tidak akan laku dijual di Turki. Bagaimana Indonesia? Saya kita negara kita ini terkenal korup, tetapi juga pintar. Kalau tidak pintar saya kira susah untuk korupsi. Seperti kasus Hambalang, yang begitu rapi pengaturannya, mulai alur pencairan dana, penerima yang diatur sedemikian apik, itu kalau tidak orang pintar tidak bisa. Pinter untuk minteri negara, bukan pinter yang diatur oleh agama. Yang saya khawatirkan bukan hilangnya rupiah di negara ini, tetapi kalau sampai terjadi krisis kepercayaan rakyat terhadap pemimpinnya, kemudian berantem sendiri, maka hal ini hanya tinggal satu langkah untuk dimasuki Zionisme internasional dan negara akan diobrak-abrik seperti yang terjadi di Suriyah, Libiya, Iraq, Iran, Mesir apalagi Tanzania. Tinggal tiga negara yang belum diobok-obok, yakni Turki, Malaysia dan Indonesia. Saudi Arabia tidak termasuk, karena negara ini sudah sangat patuh pada mereka. Maka, tergantung kita, apakah kita mau dipropaganda, dikompori, diprovokasi oleh Zionisme Israil. Saya khawatir Papua sebagai alat untuk memporak-porandakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itulah kejayaan ilmu yang tidak ada basic agama. Kedua, ilmu yang amaliyah. Umat Islam Indonesia terbesar, tetapi amaliyahnya sangat pro ritual (kurang pendalaman spiritual). Ritualnya bagus, tetapi spirit keislamannya tidak bagus. Hasil survey yang diterjemahkan oleh Prof Qomaruddin Hidayat dari Jakarta, sangat mencengangkan, dari hasil survey itu menyatakan bahwa, Islam memang terbesar di Indonesia, tetapi spirit Islam yang ranking satu adalah Selandia Baru, ranking dua Lurksemburg, sedang Indonesia menduduki ranking 140. Subhanallah! Kenapa dengan umat Islam di Indonesia? Memang banyak al-Qur’an sudah mengingatkan, seperti banyak dinyatakan dalam alQur’an usykuruu (bersyukurlah kalian), tetapi Allah juga menyatakan qoliilam maa tasykuruun (sedikit di antara kamu sekalian yang bersyukur). Artinya yang mempunyai spirit bersyukur itu sedikit sekali. Ayat yang lain menyatakan walaakinna aktsaron naas laa yasykuruun (tetapi mayoritas manusia tidak bersyukur). Banyak manusia yang shalat, namun spirit shalatnya tidak tercermin dalam kehidupan sehari-hari. (QS Al Maauun: 4-7) yang maknanya : Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat,5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya,6. orang-orang yang berbuat riya,7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna. Puasa, mayoritas umat Islam Indonesia juga melakukannya, tetapi Rasulullah SAW juga mengingatkan. Kam min shooimin laisa lahu jazaa’ min shiyaamihi, illal juu’ wal arhos (berapa banyak orang berpuasa, tetapi tidak mendapat spirit puasa kecuali lapar dan dahaga). Haji, banyak orang berbondong-bondong pergi haji, tetapi tidak tercermin spirit hajinya dalam kehidupan sehari-hari. Haji sebagai kedok untuk menutupi perbuatan korupsi, untuk mencari popularitas, untuk menambahi label saja. Tidak menjalankan sebagaimana khutbah Arafah yang disampaikan Umar bin Khatab “ Wahai umat Islam, kewajibanku sebagai amirul mukminiin adalah menjamin agar umat mempunyai kebebasan untuk beribadah kepada Allah. Kalau sampai ada gubernur-gubernur yang tidak melayani anda, untuk mengabdi kepada Allah laporkan kepada kami, lebih baik saya mengganti gubernur sehari sekali, daripada melukai umat Islam”. Beginilah khutbah zaman itu, yang jauh berbeda dengan khutbah Arafah pada zaman sekarang. Untuk itu, marilah kita upayakan spiritualitas tercermin dalam kehidupan kita sehari-hari. Yang mana spiritualitas tampak pada saat berdagang, berbisnis, bekerja, dan aktivitas apapun yang kita lakukan. Karena, kesuksesan itu ada di spiritualnya, bukan di ritualnya. Amal akan menjadi amal sholih, yang menjadikan umat jaya di dunia dan akhirat, kalau berbasis iman, dan ditopang oleh ilmu. Misalnya, kalau kita ingin pergi ke Jakarta, harus tahu ilmunya bagaimana jalan ke Jakarta, yakni kalau di Surabaya jalan ke arah barat. Jangan sampai berdoa ke Jakarta, tetapi menuju arah ke timur. Kalau kita berdoa untuk punya anak, maka menikahlah dulu baru berdoa minta anak. Artinya ilmu dengan imannya satu arah untuk menuju ke kejayaan. Terakhir, mari kita menuju ke ritual berbasis spiritual. Karena banyak hadis mengingatkan kepada kita, hadits tersebut biasanya diawali dengan kalimat “ saya’ti zamanun (akan datang suatu zaman)….. umat Islam seperti buih, Al Qur’an tinggal tulisannya dan sebagainya, itu puluhan kali. Diambil satu kesimpulan bahwa, umat ini sangat pro ritual tetapi sangat kurang yang pro spiritual. Mudah-mudahan kita diberi kekuatan untuk menegakkan Islam dan kaum muslimin.

Ir H Misbahul Huda, MSc

Batas-batas Toleransi Antar Umat Beragama

                Toleransi dalam bahasa agama adalah tasamuh. Istilah toleransi ini janganlah didramatisir, dibuat suatu konsep sedemikian pula lalu mecampur aduknya. Jadi sudah ada petunjuk jelas di dalam agama, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Dalam Islam ada ajaran aqidah (iman), syariah (Islam), dan akhlak (ihsan). Akhir-akhir ini memang banyak orang memberikan makna toleransi sengaja agar masyarakat tidak faham. Ada orang yang sengaja mendistorsi makna toleransi dengan tujuan tertentu sehingga membuat makna toleransi menjadi rancu. Sehingga ada suatu kelompok yang mengusulkan pada saat bulan suci Ramadan umat Nasrani boleh mengadakan shalat tarawih kemudian buka bersama di dalam Gereja. Ini secara faktual memang ada upaya, dengan dalih kerukunan umat beragama. Dalam kesempatan ini kami menjawab, bahwa hal seperti itu tidak boleh. Haram. Sebab yang ingin dibangun oleh Islam dalam hal toleransi adalah masalah-masalah sosial, misalnya ketika orang terkena musibah, atau problem yang menyangkut masalah kemanusiaan, umat Islam tidak mempermasalahkan. Ketika kita bertetangga dengan orang non muslim, kemudian dia sakit, kita boleh membesuk, kita boleh membawa oleh-oleh untuknya. Atau ketika dia punya hajat mantu, kita boleh untuk menyumbang (Jawa:buwuh). Atau ketika umat Islam menemui orang yang sedang kecelakaan harus menolong dan tidak perlu menanyakan terlebih dahulu agamanya apa. Jadi secara kemanusiaan, umat Islam memberikan toleransi untuk saling menolong dan membantu yang membutuhkan bantuan. (Al Maidah:2) Ketika menyangkut masalah aqidah dan syirik Islam sangat tegas, sebagaimana ditegaskan dalam surat Al Kafirun : 1-6. Jadi jika umat Islam diminta untuk hadir dalam acara natalan, MUI (Majelis Ulama Indonesia) telah mengeluarkan fatwa pada tanggal 7 Maret 1981 yang waktu itu ketuanya Buya HAMKA, dengan tegas menyatakan bahwa menghadiri natalan bersama adalah haram. Dan keputusan hukum itu sampai sekarang tidak dicabut. Jadi kalau umat Islam sapapun dan mempunyai jabatan apapun jika diundang oleh umat Kristiani, haram menghadirinya. Mengamini doa umat lain yang berkeyakinan beda, yang mempunyai tuhan berbeda, jika kita mengamini, berarti menyetujui mereka, inilah yang menjurus kepada perbuatan syirik. Rasulullah SAW bersabda : Ad du’aa’u muhhul ibaadah (doa adalah otaknya ibadah). Kalau kita cermati kegiatan doa bersama ini adalah merupakan taktik, dan merupakan skenario global, yang tujuan utamanya adalah merusak aqidah umat Islam di Indonesia yang mayoritas. Karena mereka tidak akan mungkin memeranginya dengan fisik, karena akan sia-sia. Untuk itu, umat Islam harus memahami betul, sehingga tidak salah dalam bersikap. ( Al Hujurat : 13) Ayat ini jelas, tetapi banyak yang mempolitisir oleh anak-anak muda kita terutama meraka yang menamakan diri kaum liberal, liberalisme, sekularisme, pluralisme agama. Yang mereka menerjemahkan lita’aarofuu (saling mengenal), orang yang ingin mengenal harus masuk ke dalam kaum itu. Sehingga mereka memaknai bahwa orang Islam boleh menjadi panitia natal, orang Kristen boleh menjadi panitia Maulid. Inilah penafsiran yang keliru. Dan perlu diketahui di Indonesia sekarang ini ada sistem penafsiran yang disebut Hermenetika, yakni sistem penafsiran Al-Qur’an yang mendasarkan filsafat dari Yunani yang diusung oleh orang-orang Nasrani, karena Bibel ada ketidakjelasan bahasa aslinya. Sistem ini berangkatnya dari keraguan, sehingga kalau diterapkan dalam menafsirkan al-Qur’an pun juga harus ragu terlebih dahulu. Dalam aqidah Islam, orang Islam tidak boleh tidak percaya kepada Al-Qur’an. Kalau seorang muslim ragu kepada satu ayat saja dalam Al-Qur’an bahkan satu huruf saja, maka orang ini dinamakan al Khuruuj minad diinil Islaam (keluar dari agama Islam). Orang Islam tidak boleh ragu terhadap Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an sejak dahuu sampai sekarang orisinil, sesuai yang diterima Rasulullah Muhammad SAW. Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan kepada Muhammad SAW, dengan perantara Malaikat Jibril yang disampaikan kepada umatnya yang mutawatir, yang terjaga dari dusta. Dari sini saya kira kita sudah mempunyai gambaran secara umum, bahwa ketika kita berbicara masalah aqidah, dan ibadah maghdhoh, tidak boleh dicampuradukkan. Jika seorang muslim yang menjadi pejabat diundang mereka sebagai pengayom, saya kira hadir boleh saja, tetapi tentu yang hanya seremonial saja dan hati-hati jangan sampai mengikuti bagian dari ibadah mereka. Sehingga kalau meniup lilin kemudian doa bersama, harus dihindari, karena ini sudah termasuk syirik. Tetapi bagi kita muslim yang tidak mempunyai jabatan apa-apa, untuk apa menghadiri? toh kita Jumatan tidak pernah mengundang mereka. Umat Islam shalat Ied juga tidak pernah mengundang mereka. Tarawih juga tidak pernah mengundang mereka. Dan agama selain Islam, cara ibadahnya tidak begitu jelas, karena mereka tidak punya kitab fiqih. Sehingga natalan, menyanyi dengan diiringi instrument itulah ibadahnya. Namun kalau umat Islam jelas perbedaannya, misalnya halal bihalal, bukan termasuk ibadah maghdhah. Jadi Islam ini agama yang mencakup seluruh segala aspek. Ibadahnya saja sudah diatur, yakni ada yang maghdhah dan ghoiru maghdhah. Di Indonesia memang banyak faham-faham yang disebarkan, sebagian mereka adalah sengaja diberi beasiswa ke luar negeri yang mereka dicekoki oleh faham-faham tertentu sehingga menjadikan Indonesia yang sudah damai ini, diusik. Bagaimana umat Islam yang mayoritas ini aqidahnya keropos. Ini memang ada unsure kesengajaan. Ini sangat berbahaya, karena banyak umat Islam sendiri yang tidak faham akan ajarannya, mereka lebih cenderung kepada duniawi, mereka mengejar terus untuk mencapai perekonomian yang tinggi walaupun dengan berbagai cara. Produk-produk disebarkan kepada kita, tetapi tidak jelas mana yang halal mana yang haram. Ini memang disengaja agar muslim yang terbesar di Indonesia ini lemah, karena mereka takut akan kebangkitan umat Islam dari Indonesia. Jadi umat Islam dalam toleransi harus mengukur, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Yang bersifat sosial umat Islam harus banyak wawasan keagamaan, kebangsaan dan pembangunan. Wawasan keagamaan untuk mengetahui hukum-hukum keagamaan sehingga tahu mana yang boleh mana yang tidak boleh menurut agama, mana yang haram, mana yang dianjurkan. Wawasan kebangsaan, untuk mengetahui sejauh mana kita bisa bergaul dengan non muslim dan masyarakat pada umumnya yang sesuai dengan ajaran agama dan hukum Negara. Wawasan pembangunan adalah kita harus punya cita-cita untuk menjadi lebih baik di masa yang akan datang, punya komitmen membangun bangsa dan Negara. Kita harus cinta tanah air sebagai NKRI, tetapi kita juga harus tetap cinta kepada agama kita. Jangan sampai karena konsep pembangunan,lalu luntur keimanan, hancur akhlak kita.

By KH Abdusshomad Buchori
Atsar Tauhid dalam Kehidupan (Bagian ke-2, Selesai) B. Pengaruh Ilmu Tauhid dalam Kehidupan (ثَرُ عِلْمِ التَّوْحِيْدِ فِي الحَيَاة ِ) dakwatuna.com - Apakah pengaruh ilmu tauhid dalam kehidupan? Pertama, orang yang bertauhid dan beriman kepada Allah dan rasul-Nya pasti tahu mengapa Allah SWT menciptakannya sehingga ia berada di atas jalan yang lurus, ia mengetahui dari mana awal dan ke mana akhir hidupnya, jauh dari kebutaan dan kesesatan. أَفَمَن يَمْشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجْهِهِ أَهْدَىٰ أَمَّن يَمْشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ﴿٢٢﴾ “Maka apakah orang yang berjalan terjungkal di atas mukanya itu lebih banyak mendapatkan petunjuk ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?” (QS. Al-Mulk: 22). Kedua, tauhid menjadikan hati-hati manusia bersatu dengan Rabb yang satu, satu kitab, satu risalah, dan satu kiblat, dan iman juga menjadikan manusia saling mencintai dan bersaudara seperti firman Allah SWT : إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ﴿١٠﴾ “Orang-orang beriman itu Sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujuraat: 10). Rasulullah SAW bersabda: مَثَلُ المُؤْمِنِيْنَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالحُمََّى (رَوَاهُ مُسْلِمٌ عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رضي الله عنه). “Perumpamaan orang-orang beriman dalam hal saling mencintai, saling menyayangi dan saling bersikap lemah lembut adalah seperti satu tubuh, jika salah satu anggota tubuh merasakan sakit maka semua anggota tubuh yang lain akan sulit tidur dan demam.” (HR. Muslim dari An-Nu’man bin Basyir RA). Masyarakat beriman adalah masyarakat yang melakukan ta’awun (saling bekerja sama) dalam kebaikan dan taqwa dimana anggota masyarakatnya saling melarang dari perbuatan dosa dan permusuhan, semua berusaha untuk sukses menggapai ridha Allah, individunya merasa takut untuk berbuat zhalim, mencuri, menipu, membunuh, berzina, menyuap atau menerima suap, berdusta, dengki, ghibah atau perbuatan jahat lain karena ia takut kepada Allah dan takut kepada hari di mana ia harus berhadapan dengan Allah SWT untuk mempertanggungjawabkan semua amalnya. Dan ketika kaum muslimin berpegang teguh dengan tauhid mereka menjadi orang-orang yang terbaik seperti firman-Nya: كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ ۗ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ﴿١١٠﴾ “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali-Imran: 110) Ketiga, bila iman telah menyebar luas di masyarakat, maka pastilah akan membuahkan amal shalih yang diridhai Allah swt sehingga membuka berbagai pintu kebaikan dan mendatangkan pertolongan Allah dalam menghadapi musuh-musuh mereka. وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ ﴿٩٦﴾ “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, Pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raaf: 96) يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad: 7) Begitulah dulu kaum muslimin, sebelumnya mereka adalah orang-orang yang lemah dan miskin, namun mereka beriman dan beramal shalih hingga Allah membuka pintu-pintu keagungan di dunia untuk mereka, Allah cukupkan mereka dengan karunia-Nya, dan Allah tolong mereka dari musuh-musuh mereka dengan pertolongan yang gilang-gemilang. C. Kesimpulan (الخُلاَصَةُ) Siapa saja yang tidak mengenal tauhid maka ia buta seperti hewan yang mati berkalang tanah dalam keadaan tidak tahu mengapa ia dulu memulai kehidupan, ia meninggalkan dunia tanpa tahu mengapa dulu ia memasukinya. Mereka yang tidak beriman kepada hari akhir tidak ada yang ia pikirkan kecuali pemenuhan kesenangan dunia tanpa peduli halal atau haram. Dengan begitu kehidupan menjadi rusak dan masyarakat pun terpecah belah. Jika ia iman melemah, maka dosa akan bertambah sehingga mungkin saja Allah SWT menurunkan azabnya bagi para pendosa. Orang yang beriman mengenal Rabb dan Penciptanya, ia mengetahui mengapa Allah menciptakannya di dunia ini sehingga ia hidup dengan petunjuk dari Allah SWT, berjalan di atas jalan yang lurus. Orang yang beriman dengan iman yang benar tidak akan berbuat zhalim, mencuri, berzina, atau perbuatan haram lainnya, dengan demikian hidup masyarakat akan baik, anggota masyarakat bersaudara dan solid. Iman itu berbuah amal shalih, membuat ridha Al-Khaliq, sehingga berbagai keberkahan pun Ia bukakan, bantuan-Nya kepada kaum mukminin pun Ia kucurkan untuk menolong hamba-Nya menghadapi musuh mereka sebagaimana terjadi dengan salaf shalih. – Selesai Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/17681/atsar-tauhid-dalam-kehidupan-bagian-ke-2-selesai/#ixzz2GR2ls8T1
Atsar Tauhid dalam Kehidupan (Bagian ke-1) أهَمِّيَّةُ عِلْمِ التَّوْحِيْدِ فِي الحَيَاةِ الدُّنْيَا A. Bahaya Akibat Jahil terhadap Ilmu Tauhid (أَضْرَارُ الجَهْلِ بِعِلْمِ التَّوْحِيْدِ ) dakwatuna.com - Apa akibat negatif dari kejahilan terhadap ilmu tauhid dalam hidup manusia? Pertama, orang yang tidak mengenal Penciptanya seperti orang buta di dunia ini, ia tidak tahu mengapa ia diciptakan, atau apa hikmah (tujuan) keberadaannya di atas bumi ini. Hidupnya berakhir dalam keadaan ia tidak tahu mengapa ia memulai hidup. Ia keluar dari dunia tanpa tahu mengapa ia dulu masuk ke dalamnya. إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ﴿١٢﴾ “Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka.” (QS. Muhammad: 12). Kedua, siapa yang tidak beriman kepada hari akhir, maka ia ditipu oleh dunia, ia jadikan semua cita-cita dan ambisinya adalah bagaimana mewujudkan kepentingannya di dunia sebelum mati, mengambil yang halal dan haram, tidak peduli apakah itu membahayakan orang lain atau tidak karena yang penting adalah kepentingannya. Dengan sikap egois ini masyarakat menjadi cerai berai, interaksi dan hubungan sesama anggota masyarakat menjadi rusak, mereka saling membenci dan memerangi, tidak seperti masyarakat yang beriman dan berpegang teguh dengan agamanya. Ketiga, bila kejahilan terhadap ilmu tauhid ini merata di masyarakat, maka aqidah atau keyakinan masyarakat akan rusak, lalu amal pun akan rusak, maksiat dan dosa tersebar luas, kemudian mengakibatkan turunnya hukuman Allah swt atas umat Islam yang mengabaikan atau meninggalkan prinsip agama mereka. ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ﴿٤١﴾ “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Ruum: 41). – Bersambung Sumber: http://www.dakwatuna.com/2011/12/17480/atsar-tauhid-dalam-kehidupan-bagian-ke-1/#ixzz2GR2A1LWR
Hukum Melafadzkan Niat Kategori: Majalah "Syariah" Edisi 1 Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi‘i t ditanya: “Apakah melafadzkan niat termasuk perkara yang diada-adakan dalam agama (bid‘ah), sementara di dalam kitab Al-Umm disebutkan keterangan hal ini secara samar (yakni niat harus dilafadzkan)? Jelaskan pada kami tentang permasalahan ini. Jawab: Melafadzkan niat teranggap sebagai perbuatan yang diada-adakan dalam agama (bid‘ah), sementara Allah I telah berfirman dalam Kitab-Nya yang mulia: “Katakanlah: Apakah kalian akan memberitahukan kepada Allah tentang agama kalian?” (Al-Hujurat:16) Nabi r bersabda kepada orang yang salah shalatnya: “Apabila engkau berdiri untuk shalat, maka bertakbirlah.” Di sini beliau tidak mengatakan kepada orang tersebut: “Katakanlah: () aku berniat” (sebelum mengucapkan takbir). Ketahuilah bahwa ibadah shalat, wudhu`, dan juga ibadah-ibadah yang lainnya memang tidak sah kecuali dengan niat. Oleh karena itu dalam pelaksanaan ibadah seluruhnya haruslah ada niat, berda­sar­kan sabda Rasulullah r: Namun perlu diketahui, tempat niat itu di hati dan keliru apabila dikatakan bahwa di dalam kitab Al-Umm disebutkan tentang melafadzkan niat. Ini salah, bahkan hal ini tidak ada di dalam kitab Al-Umm tersebut. (Ijabatus Sa-il, hal. 27) Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah t: Nabi r bila berdiri untuk shalat, beliau langsung mengucapkan takbiratul ihram dan tidak mengucapkan apa pun sebelumnya, juga tidak melafadzkan niat sama sekali. Beliau juga tidak mengatakan: Aku tunaikan untuk Allah shalat ini dengan menghadap kiblat empat rakaat sebagai imam atau makmum. Demikian pula ucapan () atau () ataupun (). Melafadzkan niat ini termasuk perbuatan yang diada-adakan dalam agama (bid’ah). Tidak ada seorang pun yang menukilkan hal tersebut dari Nabi r baik dengan sanad yang sahih, dha’if, musnad (bersambung sanadnya) atau pun mursal (terputus sanadnya). Bahkan tidak ada nukilan dari para shahabat. Begitu pula tidak ada salah seorang pun dari kalangan tabi’in maupun imam yang empat yang menganggap baik hal ini. Hanya saja sebagian mutaakhirin (orang-orang sekarang) keliru dalam memahami ucapan Al-Imam Asy-Syafi’i –semoga Allah I meridhainya– tentang shalat. Beliau mengatakan: “Shalat itu tidak seperti zakat. Tidak boleh seorang pun memasuki shalat ini kecuali dengan dzikir.” Mereka menyangka bahwa dzikir yang dimaksud adalah ucapan niat seorang yang shalat. Padahal yang dimaksudkan Al-Imam Asy-Syafi’i –semoga Allah I merahmatinya– dengan dzikir ini tidak lain adalah takbiratul ihram. Bagaimana mungkin Al-Imam Asy-Syafi’i menyukai perkara yang tidak dilakukan oleh Nabi r dalam satu shalat pun, begitu pula oleh para khalifah beliau dan para shahabat yang lain. Inilah petunjuk dan jalan hidup mereka. Kalau ada seseorang yang bisa menunjukkan kepada kita satu huruf dari mereka tentang perkara ini, maka kita akan menerimanya dan menyambutnya dengan ketundukan dan penerimaan. Karena tidak ada petunjuk yang lebih sempurna daripada petunjuk mereka, dan tidak ada sunnah kecuali yang diambil dari pembawa syariat r. (Zadul Ma’ad, 1/201)
Cara Daftar Google Adsense Google Adsense adalah sebuah program PPC yang di tawarkan Google bagi para pemilik blog atau website untuk menampilkan iklan yang relevan terhadap blog atau website tersebut dan pemilik blog atau website akan mendapatkan bayaran dari Google untuk setiap iklan yang di click oleh pengunjung. Sebagai tambahan informasi dulu daftar Google Adsense harus menggunakan blog atau website yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa utama, tetapi sekarang blog atau website berbahasa Indonesia pun bisa didaftarkan. Jika kita rajin dalam menekuninya maka ini akan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga, bahkan ada beberapa publisher adsense Indonesia (publisher: sebutan bagi para pemilik blog atau website yang menayangkan iklan Adsense) yang bisa memperoleh ribuan dollar dalam sebulan dari Program ini. Bagaimana cara mendaftar Google Adsense ? Miliki akun Google dan buatlah blog di blogger/blogspot. Pertama anda harus memiliki akun Google, kemudian buatlah blog atau website yang berisi konten tertentu yang menurut anda menarik untuk dibahas, saya menyarankan gunakan blogger/blogspot, karena sebagai salah satu produk Google akan mempunyai nilai tambah dan pertimbangan khusus dalam proses pendaftaran akun Adsense. Posting dengan konten original dan berkualitas. Buatlah posting secara berkala, kalau bisa setiap hari, Google sangat menyukai posting baru yang original dan berkualitas tidak sekedar kopi-paste, boleh dengan menggunakan bahasa Indonesia karena sekarang Google Adsense sudah support Adsense bahasa Indonesia, gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Setelah posting yang lumayan banyak, minimal 8 sampai 10 postingan blog anda sudah siap untuk didaftarkan pada program Google Adsense. Daftar Google Adsense Cara mendaftar Google Adsense bisa langsung dari blog, kalo anda menggunakan blogger/blogspot melalui dashboard blogspot cari tab monetize. Atau bisa juga langsung mengunjungi halaman Google Adsense click DAFTAR SEKARANG di pojok kanan atas, ikuti petunjuk dan masukan alamat URL blog yang baru saja anda buat, misalnya http://ubalinwebblog.blogspot.com. Isi kolom data pribadi anda dengan indentitas asli karena data inilah yang akan dipakai Google dalam pembayaran penghasilan Adsense anda. Setelah proses pengajuan selesai tunggu 48 jam maka anda akan diberitahu melalui e-mail bahwa pengajuan akun Adsense anda diterima atau ditolak. Lebih jelasnya silakan kunjungi halaman AdSense Bantuan. Dengan memiliki akun Google Adsense anda bisa mulai memperoleh penghasilan tambahan melalui Internet sehingga bisa membantu manambah income keluarga. Selanjutnya anda tinggal me-maintain blog anda supaya mendapatkan traffic/pengunjung dengan cara melakukan Search Engine Optimization atau biasa disebut SEO agar blog anda bisa tampil di halaman pertama SERP (Search Engine Result Page). Selamat mencoba, semoga artikel ini bermanfaat.